Cara Follow Up Setelah Interview yang Benar dan Profesional

Bingung bagaimana cara follow up setelah interview? Pelajari waktu terbaik dan isi email follow up untuk membuat HRD terkesan dan mendapatkan pekerjaan impianmu.

Cara Follow Up Setelah Interview yang Benar dan Profesional
Published on
Categoryknowledge

Anda telah menyelesaikan wawancara kerja dan merasa cukup percaya diri. Namun, prosesnya belum selesai. Mengirimkan pesan tindak lanjut atau follow up setelah interview adalah langkah krusial yang sering diabaikan. Ini bukan hanya tentang sopan santun, tetapi juga strategi cerdas untuk menunjukkan profesionalisme Anda, menegaskan kembali minat Anda pada posisi tersebut, dan membuat Anda tetap diingat oleh manajer perekrutan. Di tengah persaingan yang ketat, tindakan sederhana ini bisa menjadi pembeda antara Anda dan kandidat lainnya.

Mengapa Anda Harus Melakukan Follow Up Setelah Interview?

Mengirim pesan follow up adalah langkah strategis dalam pencarian kerja Anda. Pesan yang dibuat dengan baik akan menegaskan kembali minat Anda pada peran tersebut, menunjukkan profesionalisme Anda, dan memberi Anda kesempatan lain untuk menyoroti mengapa Anda adalah kandidat terbaik. Ini membuat Anda tetap menjadi prioritas bagi manajer perekrutan yang mungkin mewawancarai banyak orang lain. Di pasar kerja yang kompetitif, tindakan sederhana ini bisa menjadi faktor penentu yang membedakan Anda dari pelamar lain yang sama-sama berkualitas. Ini menunjukkan keterampilan komunikasi dan perhatian Anda terhadap detail, kualitas yang dihargai setiap perusahaan.

Memperkuat Minat Anda

Email follow up mengkonfirmasi bahwa Anda masih sangat tertarik dengan posisi tersebut setelah mengetahui lebih banyak selama wawancara. Antusiasme ini bisa menular dan menunjukkan kepada pemberi kerja bahwa Anda serius dengan kesempatan tersebut dan bersemangat untuk bergabung dengan tim mereka.

Kesempatan untuk Menambah Informasi

Apakah Anda lupa menyebutkan pencapaian penting atau keterampilan yang relevan selama wawancara? Email follow up adalah kesempatan sempurna untuk secara singkat menyebutkan sesuatu yang Anda lewatkan. Mungkin pertanyaan dari pewawancara memicu ide baru atau mengingatkan Anda pada proyek yang relevan. Anda dapat menggunakan pesan Anda untuk menambahkan informasi berharga tersebut, yang semakin memperkuat pencalonan Anda.

Kapan Waktu Terbaik untuk Follow Up?

Waktu sangat penting dalam melakukan follow up. Mengirim pesan terlalu cepat bisa terkesan memaksa, sementara mengirimnya terlalu lambat bisa berarti keputusan sudah dibuat. Berikut adalah jadwal sederhana untuk diikuti.

Aturan 24 Jam: Ucapan Terima Kasih

Follow up pertama harus berupa email ucapan terima kasih yang dikirim dalam waktu 24 jam setelah wawancara Anda. Ini adalah suatu keharusan. Cepat, profesional, dan menunjukkan bahwa Anda proaktif. Pesan ini harus ringkas. Ucapkan terima kasih kepada pewawancara atas waktunya, ulangi secara singkat minat Anda, dan sebutkan satu hal spesifik yang Anda nikmati saat berdiskusi. Ini menunjukkan Anda terlibat dan mendengarkan dengan saksama.

Pengecekan Setelah Satu Minggu

Jika Anda belum mendapat kabar hingga batas waktu yang diberikan pewawancara, atau jika satu minggu telah berlalu tanpa disebutkan batas waktu, pantas untuk mengirim follow up kedua yang sopan. Email ini harus singkat dan langsung ke intinya. Cukup nyatakan bahwa Anda sedang menanyakan status lamaran Anda dan tegaskan kembali minat kuat Anda pada peran tersebut.

Apa yang Harus Dicantumkan dalam Email Follow Up Interview?

Menyusun email follow up yang sempurna adalah sebuah seni. Email harus profesional, ringkas, dan berdampak. Berikut adalah komponen penting yang harus disertakan:

  • Subjek yang Jelas: Mudahkan manajer perekrutan untuk menemukan email Anda. Gunakan subjek seperti “Follow-up perihal Wawancara [Nama Jabatan]” atau “Terima kasih - Wawancara [Nama Jabatan]”.
  • Sapaan yang Personal: Selalu sapa pewawancara dengan namanya. Jika Anda bertemu dengan beberapa orang, Anda dapat mengirim satu email ke kontak utama dan meminta mereka untuk menyampaikan terima kasih Anda kepada tim, atau mengirim catatan individual yang sedikit berbeda kepada setiap orang.
  • Sampaikan Terima Kasih: Mulailah dengan berterima kasih kepada mereka karena telah meluangkan waktu untuk berbicara dengan Anda. Sebutkan tanggal spesifik wawancara.
  • Sebutkan Detail Spesifik: Rujuk ke topik spesifik yang Anda diskusikan. Ini bisa tentang proyek perusahaan yang akan datang, tantangan khusus dari peran tersebut, atau minat bersama. Ini mempersonalisasi pesan Anda dan membuatnya lebih berkesan.
  • Tegaskan Kembali Minat dan Kualifikasi Anda: Secara singkat nyatakan kembali mengapa Anda bersemangat tentang peran tersebut dan bagaimana keterampilan serta pengalaman Anda sangat cocok untuk kebutuhan perusahaan. Hubungkan kualifikasi Anda secara langsung dengan persyaratan pekerjaan.
  • Penutup Profesional: Akhiri email Anda dengan penutup profesional, seperti “Hormat saya” atau “Dengan Hormat,” diikuti dengan nama lengkap dan informasi kontak Anda.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat menulis email follow up yang memperkuat lamaran Anda dan meninggalkan kesan positif yang bertahan lama. Ingatlah untuk memeriksa kembali pesan Anda dengan cermat sebelum menekan kirim. Kesalahan ketik sederhana dapat merusak citra profesional yang Anda coba proyeksikan. Semoga berhasil!

Bagikan:
  • #follow up setelah interview
  • #menanyakan hasil interview
  • #email follow up
  • #status lamaran kerja